Cherry’s tree
Senja itu awan biru mulai memudar, angin dingin mulai menusuk di kulit. Miyuki Aikawa, cewek berumur 15 tahun itu sedang duduk termenung di bawah sebuah pohon cherry yang berada ditaman kota. Pohon Cherry itu adalah tempat favoritnya untuk bermain dan menghabiskan waktunya sejak kecil. Ia merapikan rambut panjangnya yang terurai indah, diikat menyerupai pita pada bagian rambut samping kanan dan dihiasi sebuah pita kecil berwarna biru muda. Ia memandangi sepasang kekasih yang sedang bermesraan dan berciuman, “Hufh…kapan ya aku bisa merasakan semua itu?” gumamnya pelan seraya bertopang dagu.
“Hahaha…kasian sekali nenek ini, tampaknya ingin sekali merasakan bagaimana rasanya dicium.” celetuk seorang cowok yang juga melihat kearah sepasang kekasih itu yang tiba-tiba sudah berada disampingnya sambil tertawa.
“Apa maksudmu?!” ujar Miyuki seraya menoleh ke arah cowok yang baru saja menertawainya itu. Setelah melihat cowok itu, Miyuki tiba-tiba saja tertawa,”Hahahahaha…anak SMP tau apa urusan orang dewasa!”
Cowok itu menoleh kearah Miyuki dan mendekatkan wajahnya ke wajah Miyuki,”Aku bukan anak SMP!” ucapnya dengan tegas, tersirat senyum manis dibibirnya.
“Terus apa? SD? hahahaha…” Miyuki menertawainya habis-habisan.
“Bukan urusanmu! O…iya nenek, umurmu berapa?” tanyanya.
“Untuk apa?” Miyuki kembali bertanya.
“Sudahlah jawab saja…”
“Bulan Mei nanti 16 tahun. Memangnya ada apa kamu menanyai umurku?” Miyuki mulai mencurigai cowok itu.
“Hahaha…umur segitu belum pernah ciuman? Memalukan!” ledeknya.
“Biarin…”
“Memangnya segitu inginnya dicium ya?” tanya cowok itu lagi.
“Hm…” belum Miyuki menjawab, tangan cowok itu menarik jaket Miyuki dan *cup…* menciumnya.
“Gimana?” tanyanya seraya tersenyum manis.
“Kyaaaaa!!!! Dasar anak SMP!!! First kissku… Tidaaak!!!!” Miyuki berteriak kemudian mendorong cowok itu sampai terjatuh, kemudian meninggalkannya.
Malamnya saat dikamar, Miyuki menelpon sahabatnya ”Halo…Kagome. hari ini aku sial banget!!!”
“Memangnya kamu kenapa?” tanya Kagome dengan nada penasaran.
“First kiss ku direbut oleh cowok yang tidak dikenal!!! Mana sepertinya dia anak SMP lagi… Menyebalkan! Jika aku bertemu dengannya lagi, akan kugantung dia di pohon!” amarah Miyuki.
“Hahaha…sudah2. Tenang…” Kagome berusaha menenangkan sahabatnya itu.
“Gimana mau tenang??? Cowok itu bertindak sesuaka hatinya…! Padahal aku ingin first kissku ini diberikan kepada orang yang kucintai… Sedangkan anak SMP itu siapa? Kenal aja nggak!” sambil menelepon, Miyuki menggigit-gigiti boneka pandanya.
“Ya sudah besok sore kamu ke taman itu aja. O…iya besokkan kita sudah masuk kelas baru, kita sudah kelas 2!!! Aku penasaran dengan wajah2 junior kita…” pekik Kagome riang. Dibalik telpon, Miyuki sedang menangisi nasibnya.
“Hey Miyu chan, kamu dengar nggak…? =3= “
*pip* “Miyu…! Kok teleponnya dimatikan?! Huh!” Kagome sedikit kesal karena dicuekin.
Miyuki pun mencoba untuk menenangkan diri. Dipejamkannya kedua matanya itu,*ziiing* terlintas bayangan wajah cowok yang tadi sore menciumnya. “Kyaaa…kenapa yang muncul malah wajahnya! Nggak boleh tidur…nggak boleh tidur…”
Keesokan harinya, Miyuki berangkat sekolah dengan lesu. Matanya berkantung karena kurang tidur. Jalan menuju sekolahnya melewati taman kota itu. Warna merah ranum dari buah cerry dari pohon itu menggodanya untuk segera menghabiskan semuanya. Tanpa pikir panjang lagi Miyuki segera memanjat pohon itu. Tentu saja ia tidak mengalami kesulitan, karena ia sudah terbiasa memanjat pohon itu. saat diatas, ia memetiknya satu dan memasukannya kedalam mulutnya. “Hm…enak!” pekiknya.
“Hei…kamu memakai warna pink bergambar cherrykan…” celetuk seseorang mengagetkan Miyuki. Saking kagetnya, Miyuki pun terpeleset dan jatuh tepat diatas orang yang barusan mengatakan warna underware yang dipakainya.
“Aduh…” pekik orang itu.
Miyuki pun dengan cepat bangkit dan bermaksud meminta maaf. Tetapi saat dilihatnya wajah orang itu,”Bocah ini lagi!” pekiknya terkejut. “Hey bocah, apa yang kamu lakukan disini?” tanya Miyuki geram.
“Ya aku cuman lewat, terus ngeliat cewek manjat pohon ya aku samperin… Ternyata kamu, si nenek tua yang ingin dicium… Hahaha” ledeknya.
Miyuki mendorong kening cowok itu dengan jari telunjuknya,”Bocah…berhent
“Ya, akukan nggak tau namamu. Makanya aku memanggilmu dengan sebutan itu.” jawabnya seraya berharap Miyuki mau memberitahukan namanya.
Miyuki baru sadar cowok itu memakai seragam sekolahnya,” Hey bocah, seragammu itu?” belum selesai Miyuki bertanya cowok itu sudah berlari pergi meninggalkannya.
“Huh dasar!” Miyuki melirik jam tangannya,”Kyaaaa…aku terlambat.”
Untung saja, Miyuki datang disaat yang tepat saat bel masuk berbunyi. Miyuki bergegas menuju ruang kelas barunya. Miyuki pun mencari-cari kelasnya. Saat ia melewati ruangannya dulu, ia melihat seseorang yang seharusnya tidak ada disitu.”hah bocah itu?” pekiknya. tapi ia buru-buru menyadarkan dirinya,”Tidak mungkin…pasti salah lihat!” Ia pun bergegas mencari kelasnya lagi.
Saat istirahat, Miyuki dan Kagome memilih untuk bersantai di taman sekolah. Mereka duduk di tepi kolam ikan, yang penuh dengan ikan hias warna –warni. Miyuki menghembuskan nafasnya dengan keras,”Hufh!”
“Kamu kenapa lagi?” tanya kagome seraya meneguk orange jus yang dibawanya dari rumah.
“Tadi aku bertemu lagi dengan bocah yang malam tadi aku ceritakan…” jelasnya dengan lesu seraya melempari kerikil kecil kedalam kolam.
“Terus…terus???” tanya kogome penasaran.
“Ya…aku sial lagi. tadi pagikan aku majat pohon cherry yang ada ditaman itu karena sedang berbuah. Tiba-tiba bocah itu muncul dan dengan keras menyebutkan warna underwareku!” jelasnya sedikit emosi.
“Terus?”
“Aku kaget terus jatuh menimpanya… tapi untunglah ada dia, kalo nggak entah bagaimanakah rupa wajahku saat ini.” jelasnya.
Tiba-tiba,”Nenek…” suara itu mengagetkan Miyuki sehingga ia tercebur ke kolam ikan.
“Miyuki!” pekik Kagome seraya berusaha menolongnya.
“Bocah ini lagi…” ucap Miyuki geram. “dasar sialan!!!!” Miyuki mengejar cowok itu tanpa menyadari bagaimana kondisinya sekarang. Beberapa orang mulai terkekeh dan menutup hidung saat melihat Miyuki basah kuyup dan bau amis. Miyuki bingung dan baru menyadari tubuhnya basah kuyup dan bau amis. “Kyaaaa…”
Setelah berganti baju, Miyuki duduk dikursinya,”Untung aku punya baju satu lagi di loker…”
“Ternyata namamu Miyuki ya?” suara yang sudah tidak asing lagi ditelingan Miyuki.
“Bocah ini lagi… Ngapain kamu kesini?” geram Miyuki.
“Cuman mau ketemu kamu aja” jawabnya seraya memberikan senyuman hangat pada Miyuki.
“Jangan tersenyum padaku…” Miyuki semakin geram.
Cowok itu tiba-tiba saja menarik tangan Miyuki dan membawanya berlari,”Hei kita mau kemana?!”
Sesampainya di loteng sekolah,”Ngapain kita kesini?” tanya Miyuki ketus.
Cowok itu tidak menjawab, dan malah mendekat dan kemudian…”Eh…!” Miyuki dengan cepat mundur selangkah. “kamu tidak bisa menciumku lagi…”
“GR…siapa yang ingin menciummu. Aku hanya ingin mengambil sisa kotoran yang menyangkut di rambutmu.” jawabnya seraya mengambil kotoran itu.
“Oh…terima kasih.” Miyuki tersenyum sesaat, tapi kemudian ekspresi kembali garang,” Bocah...kamu ngapain disekolahku?” tanyanya.
“Ngapain? Ya sekolahlah…aku murid baru tahun ini.” jawabnya seraya duduk disebuah kursi panjang.
“O…berarti kamu ini juniorku dong. hahahaha” ledeknya.
“Bukan berarti kamu bisa melakukan semua seenaknya padaku” ucapnya datar.
“Hah? Seenaknya padamu?! Seharusnya aku yang berkata begitu padamu! Kamu dengan seenaknya merebut first kissku!” bentak Miyuki.
”Memangnya kenapa?”
*buk* Miyuki memukul kepala cowok itu,”Kenapa katamu?! First kissku ini hanyaku berikan pada orang yang kucintai dan itu bukan kamu!”
“Terus siapa?” tanya cowok itu sedikit melirik.
“Ya…belum ada juga sih. Biar banyak cowok yang suka padaku entah kenapa nggak ada satu pun yang aku sukai.” jawabnya lesu seraya duduk disamping cowok itu.
“Ngomong-ngomong namamu siapa?”tanya Miyuki sedikit penasaran.
“Natsuno Hiroyama.” jawabnya.
“Oo…”
Natsuno menari baju Miyuki dan *cup* “Hehehe…yang kedua” ucapnya terkekeh.
Miyuki tersentak kaget kemudian tangannya dengan cepat melayang kepipi Natsuno, tapi Natsuno menangkapnya. Sambil memegang tangan Miyuki yang hendak menampar wajahnya tadi,”Miyu-chan…jadilah pacarku.”
Miyuki dengan cepat berdiri dan berlari meninggalkan Natsuno tanpa berkata sepatah katapun.
Saat pulang sekolah, Miyuki mampir sebentar ke McD untuk membeli cheeseburger favoritnya dan kemudian membawanya ke pohon cherry tempatnya biasa menghabiskan waktu jika ia malas untuk pulang kerumah. Saat hendak menyantap burgernya,Natsuno muncul dihadapannya dengan tatapan memelas berharap Miyuki mau membagikan cheeseburgernya. “Tidak usah memelas seperti itu, nih makan!” Miyuki membagi dua burgernya kemudian memberikan sepotong untuk Natsuno. Dengan senang Natsuno menerimanya kemudian, duduk disamping Miyuki dan memakan cheeseburger itu dengan lahap. “Kamu kelaparan ya?” tanya Miyuki karena melihat ekspresi Natsuno saat makan sangat menikmati sekali.
“Terima kasih ya… Ternyata Miyuki orangnya sangat baik.” ucapnya seraya memberikan senyuman kepada Miyuki.
Mendengar hal itu Miyuki akhirnya luluh juga,”Ya sudah…aku sudah bisa memaafkanmu.” ucap Miyuki pasrah.
“Sungguh?” tanya Natsuno riang.
“Ya…”
“Terima kasih Miyu-chan!” pekiknya seraya memeluk Miyuki.
“Sudah…lepaskan!” pinta Miyuki karena pelukkan Natsuno terlalu erat.
Tiba-tiba Natsuno bersender di bahu Miyuki,” Hei…angkat kepalamu” ujar Miyuki.
Tidak ada jawaban,”Natsuno? kamu kenapa?” Miyuki panik. Tapi ia mencoba menenangkan diri kemudian meletakkan kepala Natsuno di pangkuannya. Miyuki menatap lekat wajah Natsuno saat pingsan, “ Ternyata dia manis juga” gumamnya.
Saat hari mulai senja, Natsuno baru sadar. Dia bangun, dan melihat Miyuki tertidur. “Mungkin dia lelah…” gumam Natsuno. Kemudian Natsuno mendekatkan wajahnya tapi Miyuki keburu bangun. “Natsuno sudah bangun? Syukurlah… kamu kenapa? Aku bawa kedokter ya?” tanya Miyuki sedikit khawatir seraya memegang kening Natsuno.
“Tidak usah… Aku hanya anemia ringan kok” jawabnya seraya menggenggam tangan yang digunankan Miyuki untuk merasakan suhu tubuh natsuno.
“Hari minggu ada acara nggak?” tanya Natsuno.
Miyuki berpikir sejenak,”Sepertinya nggak ada. Memangnya kenapa?”
“Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat. Mau ya…?” Natsuno memohon.
Miyuki kembali berpikir sejenak,”Baiklah…hitung2 balas budi atas cheeseburger yang sudah kamu makan tadi.” Miyuki menerimanya.
“Baiklah…hari minggu jam 10 aku tunggu disini. Hey…aku menganggap ini kencan pertama kita lho!” ucapnya seraya mengedipkan mata. Kemudian ia berlari meninggalkan taman itu seraya melambaikan tangan.
“Kencan?”
Keesokan harinya saat disekolah,”Ada Miyuki?” tanya Natsuno pada Kagome.
“Kamu yang kemaren itukan?” tanya kagome balik.
“Iya kak.”
“Dia sedang di ruang klub musik. Kamu cari saja dia disana…” ujar kagome.
“ya sudah, aku permisi ingin menemui Miyu-chan. Bye…” ucap Natsuno seraya melambaikan tangan pada kagome.
“Hahaha…aku pikir tidak salah jika Miyu-chan bersamanya. Tampaknya dia anak yang baik. Aku bisa merasakan auranya…” tawa Kagome keras dengan gaya bak peramal. (_ _!) swt
Natsuno mencari-cari ruang klub music,”Ini dia!” Natsuno membuka sedikit pintu ruangan itu,tampak Miyuki sedang bermain biola dengan merdunya. Ekspresi wajahnya tampak syahdu dan senyumnya ikhlas tulus keluar dari hatinya. “Ternyata walaupun gayanya seperti cowok tapi ternyata dia sangat lembut” gumam Natsuno yang tidak sadar bahwa Miyuki sudah berada di depannya.
“Heh…ngapain kamu berdiri disitu?” tanya Miyuki menyelidiki.
Natsuno baru sadar dari lamunannya saat Miyuki mengacak-acak tatanan rambutnya. “Hey…!” pekiknya.
“Kamu ngapain disini?” tanya Miyuki sekali lagi.
“Oh…aku hanya ingin bertemu kamu aja.” jawabnya sedikit terbata-bata.
“Ikut aku yuk!” ajak Miyuki seraya menarik tangan Natsuno.
“Nah…ini dia. Indahkan?” tunjuk Miyuki. Halaman belakang sekolah ternyata lebih luas dan lebih indah. Banyak ditumbuhi bunga-bunga dan pohon-pohon cherry. Ada sebuah danau kecil disitu.
“Dulunya taman ini lebih indah dibandingkan sekarang. Sayangnya banyak murid-murid yang tidak bertanggung jawab merusaknya sehingga kepala sekolah menutup taman belakang sekolah ini.” jelas Hikari seraya mengajak Natsuno yang tampaknya masih tercengang untuk duduk dibawah sebuah pohon cerry.
“Terus kenapa kamu bisa masuk kesini?” tanya Natsuno penasaran.
“Sekolah ini turun-temurun diwariskan di keluargaku. Kepala sekolah saat ini adalah pamanku, kakak ayahku. Tetapi tidak ada yang mengetahui hal ini karena saat disekolah pamanku menganggapku seperti murid2 lainnya, tidak ada yang special. dan pohon cerry ini adalah pohon cerry yang aku tanam saat aku masih TK. Aku pernah diajak kakekku ke taman ini.” jelas Miyuki.
Natsuno tampaknya mendengarkan penjelasan Miyuki dengan seksama.
“Miyu-chan, kenapa kamu baik sekali padaku padahal aku telah mencuri ciuman pertamamu yang sebenarnya untuk orang yang kamu cintai?” tanya Natsuno serius seraya menatap lekat mata Miyuki dan memegang tangannya.
“Karena… Natsuno mirip dengan sahabat kecilku yang sudah meningalkan aku duluan.” jawab Miyuki pelan.
“Maksudmu?”
“Dia sudah meninggal… Dia adalah sahabatku satu-satunya yang sangat aku sayangi. Aku bertemu dengannya saat aku sedang menangis. Dia menghampiriku dan memberi buah cerry Makanya aku jadi suka dengan buah cerry. Kemudian kami bersama-sama menanam pohon cerry yang ada ditaman itu. Saat itu dia berjanji akan menjagaku, tapi dia tidak bisa menepati janjinya. Seharusnya ciuman pertama ini aku berikan kepadanya… Tetapi apa boleh buat, penyakitnya telah merenggut nyawanya.” Miyuki mulai meneteskan air matanya.
“Sudahlah…aku yang akan menepati janjinya.” ucap Natsuno seraya memeluk Miyuki dan membelai rambutnya dengan lembut.
Miyuki hanya pasrah dan menangis terisak-isak dipelukan Natsuno.
Hari minggu yang ditunggu2 pun tiba, Miyuki kebingungan ingin memakai baju apa dan berdandan seperti apa. “Hari inikan harikan hari pertamaku kencan…”
Setelah lama Natsuno menunggu akhirnya Miyuki datang juga.
“Hahahaha…wajahmu kenapa seperti orang tua?” tanya Natsuno seraya tertawa. Ia menghapus lipstick tebal yang dipakai Miyuki dengan jarinya dengan lembut. Ia juga melepas ikatan rambut yang dibuat Miyuki seperti sanggul. “nah…selesai. Aku suka miyu-chan yang natural seperti ini.”
Miyuki merasa malu,dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. “Aduh begonya aku sampai salah dandan kaya gini. Untung kostumnya bener.” gumamnya dalam hati.
“Hey, kamu ngapain… ayo ikut aku!” Natsuno menggandeng tangan Miyuki.
Mereka ternyata mengunjungi pusat perbelanjaan yang paling ramai dikunjungi orang. Mereka bermain di zonagame, terus foto2 di photobox,dan makan di McD. Mereka tampaknya sangat menikmati kencan ini, tersirat ekspresi kebahagiaan diwajah keduanya. Kemudian Natsuno mengajaknya ke sebuah danau…sangat indah sekali. Warna air yang biru jernih membuat Miyuki semakin menikmati suasana itu.
“Kamu suka?” tanya Natsuno.
“Tentu saja” jawab Miyuki seraya memberikan sebuah ciuman di pipi Natsuno.
Natsuno terkejut, dan kemudian tersenyum. “Mau ku belikan es krim?” tanya Natsuno.
“Boleh...”
“Kamu tunggu disini ya” ujar Natsuno seraya berlari untuk membelikan es krim itu.
Cukup lama Miyuki menunggu,”Natsu-kun mana sih?” Miyuki pun memutuskan untuk menyusul Natsuno. Setelah berkeliling mencari-cari, Miyuki mendapati Natsuno sedang berpelukan dengan seorang cewek. “Natsu!” pekiknya dalam hati.Miyuki terkejut dan ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya kemudian pergi berlari meninggalkan Natsuno dengan cewek itu.
Setelah mendapatkan es krimnya, Natsuno pun kembali ke danau tadi. Tapi dia tidak menemukan Miyuki disana. “Miyu-chan… kamu dimana?” panggil Natsuno. Tapi tidak ada jawaban.”Miyu…”
Keesokan harinya saat disekolah,”Miyunya ada?” tanya Natsuno pada kagome.
“Maaf Natsuno, aku tidak tau.” jawab Kagome singkat kemudian pergi meninggalkan Natsuno begitu saja. Miyuki sudah menyuruh Kagome untuk berbohong jika Natsuno mencarinya. Tentu saja dengan senang hati kagome melakukannya, karena dia tau Natsuno telah menyakiti sahabatnya.
Setiap hari Natsuno selalu mencari Miyuki ke kelasnya dan diseluruh sekolah tapi tetap saja tidak ada. Begitu juga dengan taman itu. Natsuno sudah menunggunya sejak pagi sampai stetapi Miiyuki tidak ada disitu. Natsuno sudah menanyakan alamat rumah Miyuki tapi tidak ada yang tau. Hingga pada suatu malam…
“Akhirnya ketemu…” ujar Natsuno mengagetkan Miyuki yang sedang duduk di bawah pohon cherry di taman.
“Natsuno…” pekik Miyuki terkejut.
“Kenapa kamu menghindar dariku? Aku selalu mencarimu kemana-mana. Aku juga selalu menunggumu disini, tapi tidak pernah bertemu. dan akhirnya malam ini aku memutuskan untuk kesini sekali lagi.” ucap Natsuno seraya mendekati Miyuki.
“Jangan mendekat!” pekik Miyuki seraya bangkit berdiri.
“Miyuki, kamu…”
“Heh bocah…aku sudah menunggumu lama sekali di danau itu, tapi ternyata kamu sedang berpelukan dengan seorang cewek. sangat akrab sekali!”
“Oh…ternyata itu. Cewek yang kamu lihat itu adalah sepupuku yang baru saja datang dari Korea. Kebetulan aku bertemu dengannya. Karena kami lama tidak bertemu, akhirnya kami melepas rindu dengan berpelukan. hanya itu…” jelas Natsuno dengan tenang.
“Bohong!”
“Miyuki…aku sudah mengatakan semuanya dengan jujur. Tapi kalo Miyuki tetap nggak percaya ya nggak papa. Maafkan aku… Mulai saat ini aku akan pergi jauh darimu. Selama ini aku berada disini karena Miyukilah yang bisa menahanku untuk tidak pergi… tapi aku sudah yakin untuk pindah ke Korea.” ucap Natsuno pelan seolah menahan jeritan tangis dalam hatinya.
“Pindah? Kenapa?”
“Ayahku akan dipindahtugaskan kesana, tapi aku berulang kali memohon agar aku dapat tinggal disini bersama ibu. Tapi…sepertinya Miyuki sudah tidak membutuhkan aku lagi disini. Baiklah Miyuki…selamat tinggal…” ujar Natsuno seraya berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
“Natsuno jahat!” Miyuki meneriaki Natsuno.
Langkah Natsuno terhenti, dia berbalik dan melihat ekspresi Miyuki yang tampaknya tidak ingin ditinggalkan. Air mata Miyuki bercucuran.
“Kalo kamu pergi, bagaimana dengan janjimu? Kamu lupa? Sebenarnya aku mencintaimu natsuno!” bentak Miyuki.
Natsuno tertegun, dan ia pun berjalan mendekati Miyuki dan menciumnya.
“Ternyata kamu benar2 mencintaiku ya…” ucapnya sambil tertawa kecil.
“Maksudmu?” Miyuki sedikit bingung.
“Aku hanya ingin tau seberapa jauh kamu mencintaiku. Saat hari minggu itu, aku menghubungi sepupuku yang baru datang dari korea itu. Aku memperlihatkan fotomu padanya, dan aku menyuruhnya memelukku jika dia melihatmu. Karena aku yakin kamu pasti akan mencariku. dan mengenai ayahku dipindah tugaskan, hal itu memang benar. Tapi ibu sendiri yang memilih untuk tetap tinggal di Jepang karena ia tidak mungkin meninggalkan usaha boutiquenya begitu saja.” jelas Natsuno seraya tersenyum kecil karena melihat wajah Miyuki yang sedikit bingung dengan penjelasannya.
“Jadi maksudmu ini semua rekayasamu?” tanya Miyuki ingin tau.
“Tentu saja… jadi mulai sekarang percayalah padaku.” ujar Natsuno seraya memeluk Miyuki kembali.
“Untunglah first kissku ini tidak jatuh ditangan orang yang salah…”
“Cium dong…” goda Natsuno sambil menunjuk bibirnya.
Tanpa ragu lagi Miyuki mencium natsuno… Dibawah pohon Cherry yang ditanamnya bersama sahabat kecilnya Miyuki mendapatkan ciuman pertamanya dan cinta sejatinya.
Beberapa tahun kemudian…
“wah…kamu pakai warna pink bergambar cerry ya?” ujar seorang anak lelaki pada seorang anak perempuan yang sedang memanjat pohon cerry yang ada ditaman.
“Hus! kamu tidak boleh seperti itu Kouya!”
“Tapi ma, memang benarkan…” tawa anak itu.
“Kouya ini sama seperti papanya!” gumam Miyuki seraya melirik ke arah Natsuno yang sedang tertawa melihat tingkah laku anaknya.
“Memangnya kenapa Miyu? Ini menunjukan bahwa darahku dan sifat2ku mengalir ditubuhnyakan?.” jawab Natsuno seraya terkekeh.
“Benar juga ya… lagipula kalo bukan karena kejadian itu mungkin kita tidak akan bisa seperti ini…” ucap Hikari seraya mencium Natsuno.
“Woah…aku juga mau seperti mama dan papa” ujar Kouya.
“Bukan sekarang Kouya…mungkin nanti ditempat ini dengan dia…” ucap Miyuki sambil mengelus2 kepala anak laki-lakinya itu.
“Kamu mau kan?” tanya Kouya pada gadis itu.
“Iya!” jawabnya.
Miyuki dan Natsuno hanya saling memandang dan tersenyum…
“Thanks Cherry’s tree…”




0 komentar:
Posting Komentar