April 22, 2010

MIracle

Namaku Freya, aku adalah siswi kelas 1 SMA. Aku memiliki kelebihan yaitu bisa mengetahui apa yang sedang dipirkan orang. So, kalo ada yang benci padaku aku bisa tau. Ya aku adalah cewek yang sangat beruntung, tetapi kelebihanku itu tidak berlaku pada seorang cowok. Hal itu berawal pada suatu hari ada seorang murid pindahan bernama Calvin. Cowok ini perfect banget, bertubuh tinggi, cakep banget, putih,dan denger2 sih dia murid teladan di sekolah lamanya. Wow..keren pikirku. Aku pun berusaha mendekatinya. Aku mengajaknya ngobrol. “ Hai “ sapaku. “ Hai juga” balasnya. “ Kenalin aku Freya” ucapku seraya mengulurkan tangan. “ Aku Calvin”, jawabnya seraya menjabat tanganku. “ Gilaaa ni cowok bener2 perfect, tapi kenapa aku nggak bisa dengerin apa2 dari pikiranya. Semuanya hening, tak ada sedikit pun suara yang aku dengar. Apa kekuatanku sudah hilang???” pikirku. “ Ehmm” suara itu menyadarkanku. “ Mikirin apaan?” tanyanya. “ Ah nggak apa2” , jawabku malu. “ Btw kamu mau nggak nemenin aku buat ngeliat2 sekolah ini. Akukan murid baru.” Ujarnya. “ Hm…ok deh” jawabku sambil tersenyum.
Pada saat istirahat akupun menemaninya berkeliling untuk melihat- lihat sekolah ini. Dia banyak bertanya mengenai ruangan2 yang ada disekolahku ini. “Dia ternyata baik banget ya. Nggak sombong, aku rasa aku udah suka sama dia sejak pandangan pertama” pikirku. “ Helooo, miss bengong” ujarnya menggetkanku. “Ah.. maaf…maaf tadi aku lagi mikirin ulangan Fisika besok”, ujarku berbohong. “ Ya udah gimana kalo kamu aku ajak ketempat favoritku disekolah ini. Tempat itu Cuma aku yang tau.” Ajakku sambil menarik tangannya. Sesampainya ditempat itu, waw…keren banget. Ada ya ternyata tempat seindah ini di sekolah ini. Pamandangan yang dapat menghagatkan suasana hati. Terlihat langit biru yang dihiasi awan – awan putih. Hamparan rumput dihalaman sekolah dan desiran angin sangat nyaman sekali. Calvin pun merentangkan kedua tangannya, ia terlihat sangat senang sekali. Dia benghirup udara pagi yang sejuk. Senyumnya benar2 murni dari hatinya. Sayang sekali aku tidak bisa mengetahui apa yang ada dipikirannya. “ Gimana Vin, nyamankan?” tanyaku seraya berdiri di sampingnya. “ bagaikan surga “, jawabnya. “Thanks ya udah ngajak aku ketempat ini. Indah banget” lanjutnya. “ Iya Vin. Kalo aku lagi sedih aku pasti kesini buat nenangin hatiku. Aku biasanya berteriak sekeras2nya, karena dengan begitu hatiku pun akan menjadi tenang.” Jawabku. Kriiiing..bel pun berbunyi. “ Udah bunyi tuh belnya, masuk ke kelas yuk! “ ujarnya seraya menarik tanganku. Oh..aku senang sekali. Ini benar2 diluar dugaanku, aku bisa sedekat ini dengan Calvin.
Keesokan harinya saat istirahat. Aku mencari – cari Calvin tidak ketemu. Aku ingin berbincang2 lagi dengannya. “ Duh…coba tadi gak usah ke WC segala” pikirku karena sudah lelah mencari Calvin. Aku pun melangkah ketempat favoritku. Aku memandangi langit biru yang sangat indah, tanpa sengaja dari situ aku bisa melihat Calvin sedang berdua – duaan dengan Karina musuhku. Mereka terlihat sangat akrab sekali. Aku melihat mereka saling mendekatkan muka. Astaga! Aku sangat terkejut sekali Aku pun menangis, aku telah salah karena menyukai cowok seperti itu. Keesokan harinya, Calvin terus berusaha mengajakku berbicara. Aku tidak mempedulikannya, aku terus memalingkan muka. Pada saat bel istirahat berbunyi, dengan cepat aku berlari ke tempat favoritku. Dia berusaha mengejar tetapi ketinggalan. Dari situ aku bisa melihat Calvin berlarian kesana kemari mencariku. Aku hanya bersembunyi dan menangis. Disaat itu aku bingung sekali mengapa aku tidak bisa mengetahui apa yang sedang dipirkan calvin. Kenapa hanya dia? Aku pun menundukan kepalaku. Tiba – tiba “ Freya…kenapa kamu menghindar dariku?” suara itu mengagetkanku. Aku hanya terdiam tidak mau sama sekali memandang wajahnya. Tiba – tiba tangannya mengangkat wajahku, dengan jelas aku bisa memandang wajahnya yang terlihat kebingungan, kecapean, dan kawatir. “ Kenapa Frey, kamu ada masalah apa? Atau aku ada salah apa?” tanyanya. Karena dia terus mendesak tanpa adar aku berteriak “ Ngapain kemaren kamu ciuman sama Karina?” “ Ciuman??? Oooo.. aku bisa jelasin. Apa yang kamu liat itu tidak sama dengan apa yang kamu pikirkan. Biar aku jelasin, kemaren itu aku nggak sengaja bertemu Karina, dia kelihatan kesakitan sekali karena matanya kelilipan.” Jelasnya. Aku merasa malu karena dugaanku salah. “ Maafin aku Vin, karena aku telah salah menilaimu.” Jawabku sambil terunduk. Dia mengajakku untuk berdiri, dia memegang tanganku. “ Frey, aku pangen cerita nih ama kamu. Sebenernya ini adalah rahasiaku yang tak pernah satu orang pun tau termasuk orang tuaku. Aku bingung nih, kenapa ya aku nggak bisa tau apa yang sedang kamu pikirkan. Sebenarnya aku memiliki kelebihan yaitu bisa mengetahui apa yang sedang dipirkan seseorang. Tetapi itu tidak berlaku sama kamu. “ ujarnya. Aku pun terkejut karena aku pun mengalami hal yang sama. “ Aku juga sama seperti kamu. Aku juga nggak bisa dengar apa yang sedang kamu pikirkan.” Ujarku. “ Padahal aku ingin mengetahui apa yang ada didalam pikiranmu, apakah kamu menyukaiku. Karena jujur sejak pertama kali berkenalan aku langsung suka sama kamu. “ jawabnya jujur. “ Aku juga Vin, sebenernya aku juga pengen tau apa yang sdg kamu pikirkan.” Ujarku. Tiba – tiba calvin pun memelukku, “ walaupun kita nggak bisa membaca pikiran masing2, tapi aku percaya kalo kamu nggak akan pernah meninggalkan aku karena aku tau kalo kamu mencintaiku” ujar Calvin. “ Iya Vin…” bisikku. Ternyata cinta memang bisa menjadi misteri walaupun memiliki kelebihan seperti ku, aku tidak dapat mengetahui jika ada cinta diantara kami. Biarkanlah cinta kami berjalan dengan apa adanya tanpa bisa mengetahui pikiran masing2 yang pastinya kami saling percaya. - sekian - ^^

0 komentar:

Posting Komentar