“Ryu… besok jangan lupa latihan ya!”
“Yo! Sampai jumpa Tsuki…” ucap Ryu seraya melambaikan tangan ke arah cewek itu.
“Ryu…aku menyukaimu…”
“Yuki-chan!!! Boleh pinjem prmu nggak?” tanya Hikari pada Yuki, teman sekelasnya yang selalu juara kelas dan berparas cantik. Sikapnya lembut, berbeda dengan kembarannya Tsuki yang juga sekelas dengan Hikari.
“Wah…Hikari belum ya? Silahkan…” ujar Yuki seraya menyerahkan buku prnya itu.
“Yuki baik sekali…!!!” Hikari memeluk erat Yuki, “Saaakkiiiit….!!!”
“Hai Hikari…” sapa Tsuki dengan stylenya yang cool itu.
“Hai Tsuki!”
“Yuki…nanti kamu pulang duluan ya soalnya aku mau latihan basket dulu bareng Ryu.” ucap Tsuki seraya meletkakan tasnya dan duduk dikursi dengan kaki dimeja.
“Ryu?”
“Ya, memangnya kenapa? Kamu nggak suka ya?” tanya Tsuki dengan nada sedikit meninggi.
Suasana mulai menegang, Hikari pun mengendap-ngedap meninggalkan kembaran itu.
“Heh Yuki, dari dulu kamu selalu saja ikut campur urusanku! Kamu sudah punya segalanya, jadi aku ingin untuk masalah Ryu kamu jangan ikut campur!” Tsuki memperingatkan Yuki yang hanya terdiam mendengar gertakkan Tsuki.
“Maaf…bolehkan aku menitipkan minuman ini untuk Ryu?” tanya Yuki.
Tsuki mengambil dengan kasar botol minuman itu, “Baik”
Saat istirahat seperti biasanya Hikari dan yang lainnya berkumpul diloteng.
“Ryu… Kamu sebenarnya memilih Tsuki atau Yuki sih?” tanya Hikari seraya menyandarkan dirinya pada bahu Izumi.
“Maksudmu?”
“Masa nggak tau sih…sepertinya kembaran itu menyukaimu.”
“Oh…mereka. Ya aku sih tau dari gerak gerik mereka. Tsuki yang agresif dan Yuki yang tenang, aku bingung harus memilih yang mana.”
“Tapi kamu nggak suka dua-duanyakan?” tanya Ishida dengan mulut penuh makanan.
“Aku nggak tau…”
“Pilihlah yang terbaik…mereka berduakan memang sudah akrab denganmu sejak kecil bahkan sebelum Hikari pindah ke kota ini…” ujar Izumi seraya menatap wajah Hikari yang sedang menggembungkan pipinya, mirip seperti fugu.
Izumi terus menatap Hikari yang tampak asyik dengan pipi tembemnya,*cup*
“Kyaaaa…” pekik Hikari terkejut karena Izumi tiba-tiba saja mencium pipinya.
“Haha…asyik sekali dengan pipinya sampai2 aku dicuekin” singgung Izumi.
“Hikari…aku juga ingin menciummu!!!” tiba-tiba Ishida mendekatkan wajahnya pada Hikari.
*bruuk* Izumi menendang wajah ishida,”Kamu lupa ya, Hikari sekarangkan milikku! Berbeda dengan dulu, Hikari adalah milik bersama…haahahaha” tawa Izumi.
“Huh! Izumi jahat!” Hikari mendenguskan nafasnya dengan keras.
“Iya ya… kalo dulu kita bisa dengan bebas memeluk Hikari, mencium pipi tembemnya dan……” belum selesai Ishida berkata-kata Hikari melepaskan tinju mautnya kewajah Ishida,”Dasar cowok mesum!”
“Sialnya…” ucap Ishida seraya menutup hidungnya yang mengeluarkan darahnya.
*kriiiingg*
“Sudah bel nih, aku ke kelas duluan ya…” pamit Hikari. tapi sebelumnya *cup* Hikari mencium pipi Ishida, “Sekali ini aku maafkan… tapi lain kali jangan diulangi lagi ya…”
Sepulang sekolah sesuai janji, Tsuki sudah menunggu Ryu dilapangan basket,” Maaf, sudah lama ya?” ujar Ryu seraya mempercepat langkahnya menghampiri Tsuki.
“Ah…tidak apa-apa kok. Langsung mulai saja ya…” ucap Tsuki dengan riang. Tersirat diwajahnya sebuah kebahagiaan bisa bersama Ryu saat ini.
Setelah 1 jam mereka bermain, Ryu menghentikan permainan, dan beristirahat sejenak.
“Ini…” ucap Tsuki seraya menyerahkan minuman.
“Ah…thanks ya. Kamu yang belikan?” tanya Ryu seraya meneguk minuman itu.
“Ya…” jawabnya berbohong.
“Ryu… kamu mau nggak jadi cowokku?” Tsuki tiba-tiba menyatakan cintanya pada Ryu.
Tersentak Ryu mendengar pernyataan itu, “Tsuki…”
“Kamu nggak sukakan sama Yuki! Kamu sukanya sama akukan!” Yuki berusaha mencium Ryu.
Ryu mengelak, “Tsuki...maaf aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Aku harus pergi…” ucap Ryu seraya mengambil tasnya dan beranjak pergi.
“Ryu!”
Tsuki melangkahkan kakinya dengan gontai menuju ke kamarnya. Saat didepan pintu kamar Yuki Ia mencuri dengar suara Yuki sedang menelpon seseorang. tampak sangat senang sekali. dan sekilas dia mendengar nama RYU!”
*braaak* “Yuki!”
“Hah…” Yuki terperangah mendengar teriakan Tsuki.
“Ternyata kamu penyebabnya! Dasar kembaran tidak tau diuntung! Sudah ku bilang jangan dekati Ryu. tapi kamu masih melawan!” *buuk* Tsuki melempar tasnya kewajah Yuki.
“Aw!” pekik Yuki kesakitan.
Tsuki mendekati Yuki kemudian menampar wajahnya *plaak* “Kamu tuh seharusnya nggak perku lahir tau nggak! Mengganggu saja! Dari dulu kamulah yang menjadi anak emas dikeluarga ini! Aku nggak pernah diperhatikan sama papa dan mama, selalu kamu dan kamu yang mereka banggakan. Kanapa sih aku harus punya kembaran kaya kamu yang selalu merebut kebahagiaanku! Mati aja deh kamu! *buuk* Tsuki menendang perut Yuki dan kemudian meninggalkannya begitu saja.
Tsuki berlari ke lapangan basket itu lagi. Dia melampiaskan kekesalannya dengan melempar bola basket ke ring dan melakukan dunk sampai ringnya patah. “Aku…Aku benci padamu Yuki!! Kamu selalu saja menghalangiku! Padahal tinggal selangkah lagi Ryu pasti jatuh ketanganku. Apa sih bedanya aku dari kamu, aku juga cantik, pintar, lebih keren dan berprestasi..tapi kenapa Ryu berpaling padamu!!!” Tsuki benar2 geram pada Yuki. Dia berteriak sampai mengucurkan air mata.
“Sifatmu…sifatmu itu bukan tipenya Ryu.” tiba-tiba suara itu mengejutkan Tsuki yang masih terisak-isak menangis.
“Ishida?”
“Hey…kamu nggak boleh membenci Yuki. Dia nggak salah. Memang Ryulah yang mendekatinya.”
“Apa yang salah dari sifatku!” Tsuki berdiri dan hendak menyerang ishida.
“Wow…calm down beibh…” ishida menangkis serangan Tsuki dan *gyuut* memeluknya.
“Be mine…”
Tsuki terperangah dan pasrah dalam pelukan Ishida. Air matanyanya pun tak henti2nya mengalir dari matanya. Pelukkan Ishida memberikan kenyamanan di hati Tsuki.
“Tsuki…aku mohon jangan lagi kamu membenci Yuki, apa lagi sampai dendam. walau bagaimana pun kamu membencinya dia tetap saudara kembarmu yang dilahirkan bersama-sama denganmu.”
tsuki piun memnbalikkan wajahnya dan memeluk Ishida dengan erat. “ishida…”
Ishida mengelus kepala Tsuki dengan lembut.
Tsuki tiba-tiba melepaskan pelukkannya dna menunjuk wajah Ishida, “Heh curi2 kesempatan dalam kesempitan ya…! Main peluk2 aja!”bentak Tsuki.
ishida hanya terdiam seraya mendekat tsuki selangkah demi selangkah. Tsuki pun perlahan-lahan mundur hinggak terjebak di pohon. *cup* ishida mencium Tsuki. Tsuki terkejut tak percaya, ia memejamkan matanya dan bergumam, “Aduh…kenapa ini. First kissku… ishida, kenapa semuanya jadi begini. tapi kenapa aku merasa lebih tenang bersama Ishida daripada Ryu. Bukankah aku menyukai Ryu bukannya Ishida. Ah..bingung!!!” pekiknya dalam hati.
“Hey…hey…buka matamu! Kamu kenapa sih? Masih ingin dicium ya…” tawa Ishida.
Tsuki tersentak dari lamunannya,” Ah…nggak kok!” wajah Tsuki memerah.
“wah…pipimu kaya tomat deh. Tarnyata tsuki cantik juga ya kalo dilihat sedekat ini.” ucap Ishida terkekeh.
“Apa maksudmu…..” belum selesai tsuki berkata-kata tiba-tiba handphonenya berbunyi.
“Mama?”
“Halo…ada apa ma?”
“Tsuki kamu dimana?” tanya mama dengan nada panik.
“Di lapangan. Mama kenapa sih?”
“kamu cepat kerumah sakit! Yuki ada di ICU. nanti mama jelaskan.Cepat!”
“Yuki…” Tsuki terperangah tidak percaya.”Ishida…cepat antarkan aku kerumah sakit. Yuki…yuki masuk rumah sakit. Ayo!!”
“Baiklah…ayo cepat naik!” Ishida pun mengendarai motornya dengan kecepatan penuh.
Sesampainya di rumah sakit,”Yuki….mama mana Yuki.”
Mama menyambut kedatangan tsuki dengan wajah yang sangat panik, “Tsuki…kamu apakan Yuki! Diperutnya ada pendarahan, untung nggak parah! Pipinya juga kenapa memar sampai biru begitu. Aduh Tsuki…kamu ini kenapa lagi sih. Bukankah mama sudah peringatkan kamu untuk tidak menyerang Yuki saat kamu sedang emosi. Untung Yuki nggak meninggal! Sudah berapa kali kamu memnyerang Yuki sampai masuk rumah sakit begini, ayo berapa?!” tanya mama geram.
Tsuki mejawab pelan seraya menundukkan kepalanya, “4 mah…maafkan Tsuki.”
Ishida hanya tercengang mendengar jawaban Tsuki, “Dia ini manusia apa robot, punya kekuatan sebesar itu. Untung waktu aku cium tadi dia tidak menyerangku.” gumamnya.
“Sekarang kamu temui Yuki!” perintah mama.
Dengan pelan Tsuki menghampiri Yuki yang terbaring lemah dengan infus ditangannya.
“Tsuki…”
Tsuki pun langsung memeluk Yuki, “Yuki…maafkan aku! Aku tidak tau akan terjadi hal seperti ini. Aku hanya lepas kendali…”
“Tsuki…sudahlah. Aku tidak apa-apa. Maafkan aku juga karena telah membuatmu kecewa. Aku akan bilang pada Ryu supaya tidak mendekati aku lagi.”
“Nggak perlu! Aku sudah cukup berdosa menyakitimu seperti ini. seharusnya akulah yang terbaring seperti ini karena telah merebut Ryu darimu. Padahal aku sudah tau Kamu dan Ryu saling menyukai tapi kenapa aku masih tetap berusaha merebutnya dari mu…”
Tiba-tiba, “Yuki!” dengan panik Ryu menghampri Yuki.
“Ryu...”
“Yuki…maafkan aku. Seharusnya aku…”
“Sudahlah Ryu…jangan kamu pikirkan…jagalah Yuki untukku. Aku rela melepaskan kamu untuk Yuki asalkan kamu berjanji untuk menjaganya. Dan aku juga meminta maaf pada mu Ryu…” ucap Tsuki dengan penuh harap.
“Iya…aku memaafkanmu.”
“Yukii…” Hikari dan Izumi pun datang juga.
“Semuanya terima kasih ya… aku senang dapat berkumpul bersama kalian disini.” ucap Yuki perlahan tapi dengan ekspresi senang.
“Tapi…” Ishida tidak melanjutkan kata2nya.
“Tapi kenapa Ishida?” tanya Izumi.
“Tapi…masa cuman aku yang nggak punya pasangan? Hikari dengan Izumi. Ryu sudah pasti dengan Yuki. Aku?” Ishida mendekati Tsuki. “Aku sama tsuki aja ya! Mau ya…” Ishida berharap-harap.
*syuuut…* Tsuki menarik kerah baju Ishida, “ Aku tidak akan melepaskan orang yang sudah mencuri first kissku. camkan itu!”
“Woah…Ishida sudah mencium Tsuki ya?” pekik Hikari.
“Beraninya kamu mencium Tsuki…nggak takut dihajar ya?” tanya Yuki seraya tersenyum.
“Tsuki suka kok dicium… dia tadi diem aja, nurut kaya bayi mungil. Hahhahah”
“Apa maksudmu!” *pletak* kening Ishida disentik Tsuki.
Keesokan harinya disekolah, “Yuki sudah sembuh ya?” tanya Hikari seraya duduk dikursi dihadapan Yuki.
“Ya begitulah…”
“Jelas aja sudah sembuh, kan sudah dijenguk sama pangeran Ryu tercinta…hahaha” celetuk tsuki.
“Kyaaaa…Ishida, Ryu dan Izumi ada didepan kelas kita!!!!” pekik cewek2 dikelasnya Hikari.
“Yo!” mereka bertiga melambaikan tangannya pada Hikari, Tsuki dan Yuki.
ketiga cewek itu pun menghampiri ketiga cowok itu dan mengajaknya untuk pergi ketaman sekolah…
April 26, 2010
wonderlife part 6
Diposting oleh Chii MeTz di 5:06 PM
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar